SKI

Sentral Kerohanian Islam

PH

Pengurus Harian

PE

Pengembangan Entrepreneur

MB

Minat dan Bakat

PM

Pengabdian Masyarakat

KPF

Keilmuan dan Pengembangan Farmasi

POSDAM

Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Thursday, June 23, 2011

Struktur Kepengurusan

Gubernur
Teguh Adiyas Putra

Wakil Gubernur
Muhammad Arief Kurnianto


Sekretaris
1. Meilisa Putri
2. Aisyah Muh Dania

Bendahara
Afrilia Dwiharini


Departemen-departemen

P.O.S.D.A.M
Departemen Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Mahasiswa 

Kepala Departemen
Rifqi Puspasari R. Datuage

Anggota
Yudha Rizky Nuari
Irfan Imam Taufik
Hori Priani


KPF
Departemen Keilmuan dan Pengembangan Farmasi

Kepala Departemen
Annisa Mutiah

Sekretaris
Uswathun Rachma Fajrilla

Bendahara
Aprilia Wulandari Syafitri

Karya mahasiswa
1. Nadia Husna
2. Tri tanayawati

Kominfo
Zaenuri


SKI
Departemen Sentra Kerohanian Islam

Kepala Departemen
Lalu Muhammad Irham

Sekretaris
Metti Lestari

Anggota
Aulia Rahim
Rina Nur Arifah
Nasrul Haq Bin Husain


MB
Departemen Minat dan Bakat

Kepala Departemen
RA. Dewinta Sukma Ayu

Sekretaris
Noerma Nurtie Nurramadhani

Bendahara
Yuli Rakhmah wati 

Anggota
Puspawan Hariadi
Kiki Rizky SB


PM'ers
Departemen Pengembangan Masyarakat

Kepala Departemen
Hery Kurniawan

Anggota
Dwi Febriani Widyaningrum
Unggul Sujati Prakoso
Annisa Rahmawati
Astrie Miftasari
Erfan Satria



PE
Departemen Pengembangan Entrepreneur

Kepala Departemen
Juniar Kharisma Putra

Anggota
Afriyan
Najmie Arief
Septi Marta Sari
Winda Mei Safitri
Sonia Suzma Azmi
Ananda Muhammad Nafi'

Wednesday, June 22, 2011

KPF


KPF
Keilmuan dan Pengembangan Farmasi
disini KPF terdiri dari 6 punggawa, yang dipmpin oleh Kadep (kepala departemen) yang begitu luar biasa.
Visi dari KPF sendiri adalah ingin meningkatkan Kualitas mahasiswa farmasi dalam hal akademik


Struktur Kepengurusan di KPF

Kadep (Kepala Departemen)

 
Nama         : Annisa Mutiah
Alamat        :  Majenang, Jawa Barat, Indonesia
Angkatan    : 2009
Lahir           : 25 April 1992
Facebook   : Bonies




Tuesday, October 19, 2010

Sejarah

2001/2002
Gubernur : Hendi Ristiono
Wakil Gubernur : Solihul Khoiri

2002/2003
Gubernur : Hasan Ismail
Wakil Gubernur : Nasrul Khoiri

2003/2004
Gubernur : Arif Kurniawan
Wakil Gubernur : Rohmanto

2004/2005
Gubernur : Andi Wijaya
Wakil Gubernur : Hendera

2005/2007
Gubernur : Hendera
Wakil Gubernur : Titis Sari Susilaningtyas

2007/2008
Gubernur : Andika
Wakil Gubernur : Tuti Erma Alawiyah

2008/2009
Gubernur : Agung Wahyu Purbadi
Wakil Gubernur : Tyas Setia Nugraha

2009/2011
Gubernur : Tyas Setia Nugraha
Wakil Gubernur : Liza Mardianty

2011/2012
Gubernur : Teguh Adiyas Putra
Wakil Gubernur : Muhammad Arief Kurnianto

Sunday, May 30, 2010

Taman Bunga Hidup bahagia Sp.

Bunga-1.
Bangun di saat menjelang fajar untuk beristighfar.
“dan yang memohon ampun di waktu sahur” , QS. Al-Imron:17
Bunga-2.
Menyendiri untuk ber-tafakkur.
“dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”, QS. Al-Imron:191
Bunga-3.
Menjalin hubungan dengan orang shaleh.
“dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabbnya”, QS. Al-Kahfi:28
Bunga-4.
Berdzikir.
“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kamu, dzikir yang sebanyak-banyaknya”, QS. Al-Ahzab:41
Bunga-5.
Melakukan shalat dengan khusyu’.
“yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka”, QS. Al-Mu’minun:2
Bunga-6.
Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur (merenung).
“tidakkah mereka memperhatikan Al-Qur’an?”, QS. An-Nisa:82
Bunga-7.
Berpuasa pada hari yang sangat panas.
“meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena Aku”, Hadits
Bunga-8.
Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.
“hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya”, Hadits
Bunga-9.
Merinngankan beban seorang muslim.
“barang siapa meringankan kesusahan yang dialami seorang muslim di dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan yang ada di hari kiamat”, Hadits
Bunga-10.
Berlaku zuhud terhadap sesuatu yang fana.
“sedangkan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal”, QS. Al-A’la:17

Saturday, May 29, 2010

“Tips Kecantikan ala Islam”

Allah SWT itu indah, dan mencintai keindahan, begitu bunyi salah satu hadis Rasululah SAW. Dalam hadis lainnya juga diungkapkan bahwa, Sesungguhnya Allah SWT itu bersih dan mencintai kebersihan. Ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW itu telah melecut para ilmuwan Muslim untuk berkontribusi dalam bidang perawatan kecantikan, mulai dari rambut hingga ujung kaki.
Sejatinya, perawatan kecantikan telah berkembang sejak era kejayaan Islam. Adalah Ibnu Sina (980 -1037 M) dokter Muslim legendaris dalam kitabnya Qanin fi Thib atau Canon of Medicine secara khusus menuliskan rahasia dan resep perawatan kecantikan mulai rambut hingga ujung kaki. Tips perawatan kecantikan itu ditulis dalam bab khusus yang disebut ziyet penampilan fisik.
Prof Nil Sari dari Fakultas Kedokteran Istanbul University dalam tulisannnya bertajuk 'Beauty, Hair and Body Care in the Canon of Ibn Sina mengungkapkan, meski istilah ziynet kerap digunakan untuk menyebut hiasan-hiasan, namun dalam kitab itu Ibnu Sina menjelaskan tentang tips dan rahasia berkaitan dengan penampilan, seperti perawatan rambut dan tubuh.

Menurut Prof Nil, sejak abad ke-10 M, Ibnu Sina sudah membahas mengenai penyakit kulit, perawatan, dan penyembuhannya. ''Ia juga membahas mengenai masalah berat badan, misalnya kegemukan dan kekurusan serta dampaknya terhadap penampilan,'' tutur Prof Nil. Ibnu Sina juga membahas tentang simptom atau gejala.
Misalnya, ia mengupas tentang berbagai masalah kecantikan yang kerap dihadapi setiap orang, seperti rambut rontok, kulit yang berubah pucat, serta bagaimana merampingkan tubuh. Dalam kitabnya yang fenomenal itu, ia juga mengungkapkan tentang formula perawatan rambut dan kulit.
Selain itu, Ibnu Sina juga memaparkan tentang penyakit-penyakit kulit, metabolisme serta makanan yang perlu dikonsumsi dan tidak untuk menjaga kecantikan tubuh. Avicenna begitu ia akrab disapa di Barat mengupas masalah kecantikan bukan bertujuan untuk mempercantik diri, namun lebih menekankan pada sudut pandang kesehatan dengan cara merawat tubuh.

Masalah Rambut
Dalam kitabnya, Ibnu Sina mengungkap rahasia perawatan rambut. Ia mengkaji semua hal tentang rambut (sha'r), jenggot dan lainnya. Ia sudah mampu mengungkapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah rambut dan jenggot rontok. Selain itu, dia juga memaparkan tentang cara mendapatkan rambut yang lebat dan panjang. Ibnu Sina juga memaparkan bagaimana cara menata rambut, seperti mendapatkan rambut halus yang lurus atau keriting.
Tak hanya itu, Ibn Sina juga menjelaskan metode untuk mengubah warna rambut, misalnya, warna rambut dibuat lebih gelapkan warnanya, dengan warna hitam pekat, atau warna rambut diubah menjadi merah, cokelat, dan lainnya. "Semua hal tentang pertumbuhan rambut, penyakit, pengobatan dijelaskan sesuai dengan teori humoral. Tetapi sulit untuk memahami arti medis dari beberapa istilah," ungkap Prof Nil.
Khusus tentang rambut, Ibnu Sina mengkaji masalah kebotakan dan beragam penyebab rontoknya rambut. Menurut dia, terdapat tiga faktor yang membuat rambut gagal tumbuh. Ppertama, "zat" rambut tidak menembus ke dalam tempat tumbuhnya rambut. Kedua, 'zat' menembus ke tempat rambut tumbuh, namun tak bertahan di tempat itu. Ketiga, "zat" rambut merusak, akibatnya tak cocok untuk pertumbuhan rambut.

Pengobatan Rambut
Selain mengindentifikasi masalah penyebab kerusakan rambut, Ibnu Sina pun menawarkan pengobatannya. Secara khusus, ia menulis tentang ''obat melindungi rambut." Prinsip-prinsip pengobatan penyakit terkait rambut didasarkan pada teori humoral. Obat yang melindungi rambut, papar ibnu Sina, harus memiliki "daya tarik" untuk menormalkan dan menyesuaikan suhu (hararet-i latîfe-i jazzabe) dan "mempertahankan kekuatan zat" (quvva-i kâbiza).

Perawatan Kulit
Selain membahas berbagai masalah tentang rambut, Ibnu Sina juga mengupas perwatan kulit secara detail. Masalah perawatan, penyakit dan pengobatan kulit diuraikan sang dokter legendaris dalam artikel kedua bab ziynet. Pada abad ke-10 M, Avicenna sudah mampu menjelaskan secara ilmiah mengenai perubahan warna pada kulit.
Menurut Ibnu Sina, ada sejumlah faktor yang menyebabkan perubahan warna kulit seperti sinar matahari, udara dingin, angin, usia lanjut, jarang mandi, makanan yang terlalu asin serta perubahan dalam darah. Sang dokter juga merinci tentang penyebab kulit mencaji pucat. Kata dia, penyebab kulit pucat antara lain, penyakit, kegelisahan, kelaparan, terlalu banyak jimak (hubungan seks), sakit parah, cuaca terlalu panas, kurang minum serta faktor lainnya.
''Hal yang luar biasa Ibnu Sina sudah mempu mengamati hubungan antara geophagia (kebiasaan memakan tanah) dengan anemia," ungkap Prof Nil. Ibnu Sina dalam bab ziynet juga sudah memberi solusi penyembuhan dan perawatan masalah yang biasa dialami pada kulit itu.

Penyakit Kulit
Masalah penting lainnya yang dijelaskan Ibnu Sina mengenai jenis-jienis penyakit kulit dan pengobatannya. Dalam artikel ketiga, sang dokter sudah menjelaskan penyebab terjadinya kulit melepuh, jerawat, bisul, borok serta penyakit kulit lainnya.Menurut Prof Nil, pembahasan rahasia merwat kecantikan, rambut dan kulit yang dijelaskan Ibnu Sina diklasifikasikan berdasarkan gejala. Contohnya, rambut rontok, kulit pucat tau tubuh menjadi kurus. Dalam bab ziynet, penyakit-penyakit kulit juga dibahas Avicenna dalam artikelnya tentang kulit. Pembahasan kulit secara khusus, dikaji dan dikupas dalam artikel ketiga.
Ibnu Sina juga membahas masalah kecantikan dengan mengklasifikasikan organ. Ia mengupas masalah kecantikan mulai dari kepala yakni tentang perawatan rambut dan diakhiri dengan mempelajari kaki. Sang dokter berupaya membahas masalah kesehatan tubuh secara runut dari atas sampai ke bawah.
''Topik mengenai ziynet sebagai berhubungan dengan kosmetika,'' tutur Prof Nil.
Ibnu Sina ternyata sudah mampu menawarkan formula perawatan untuk rambut dan kulit. Selain itu, ia juga sudah menjelaskan mengenai penyakit-penyakit kulit yang banyak dialami, metabolisme, terapi fisik dan haematologi. ''Ibnu Sina mengupas masalah ini bukan untuk mempercantik orang, tapi bagaimana menyembuhkan penyakit yang dapat merusak penampilan.'' desy susilawati/hri.

Madu sebagai Obat Kecantikan
Ibnu Sina melakukan penelitian terhadap bahan-bahan alami yang ada pada masanya. Salah satu bahan alami yang ditawarkannya untuk merawat kecantikan tubuh adalah madu dan minyak zaitun. Kedua bahan tersebut ternyata mampu menjadi obat mujarab yang digunakan sebagai kosmetika yang memiliki beragam khasiat.
Menurut Avicenna, madu dan minyak zaitun bisa mengencangkan kulit muka dan seluruh kulit badan. Kedua bahan alami yang mendapat perhatian khusus dalam Alquran itu mampu menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit. Selain itu, madu dan minyak zaitun juga bisa menghaluskan kulit dan mengurangi reutan pada wajah.
Yang tak kalah menariknya, Ibnu Sina pun telah menemukan fakta bahwa minyak zaitun dan madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta bisa memberikan vitamin pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga bisa digunakan untuk bearagam kegunaan lainnya.
Mulai dari makanan, obat-obatan sampai bahan untuk alat-alat kecantikan. Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala. Orang Mesir Kuno telah mengonsumsinya. Penduduk Mesir Kuno sudah terbiasa memanfaatkan madu sebagai makanan bergizi tinggi serta obat berbagai macam penyakit yang mujarab.
Meski begitu, peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah. Adalah Ibnu Sina seorang dokter legendaris sepanjang masa yang telah berhasil membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut, dalam usia tua. Konon, Ibnu Sina masih tetap kelihatan sehat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, karena terbiasa mengonsumsi madu.

Sang Dokter Legendaris
''Bapak Kedokteran Modern.'' Begitulah Ibnu Sina (980-1037) atau Avicenna kerap dijuluki. Dokter kelahiran Persia itu dikenal sebagai seorang penulis produktif. Karyanya yang paling monumental adalah Qanun fi Thib rujukan dalam bidang kedokteran selama berabad-abad.
Ibnu Sina bernama lengkap Abu Al al-Husayn bin Abdullah bin Sina. Ia lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan dan meninggal pada Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran). Dia adalah pengarang sekitar 450 buku, terutama kedokteran dan filsafat.
George Sarton mentahbiskannya sebagai "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu." pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikirannya terbilang independen. Ia dikenal berotak encer, karena memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa. Pada usianya yang ke-14 tahun, Inu Sina sudah setaraf dengan para gurunya. Ibnu Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya membuat masyarakat di wilayahnya berdecak kagum. Ia telah menghafal Alquran pada usia 5 tahun.

Makna Kebahagiaan di Balik “ihdinash shiraathal mustaqiim”...

Kebahagiaan hanya bisa dicapai dan dinikmati oleh orang yang mengikuti satu sisi dari shirathal mustaqim (jalan yang lurus). Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. An-Nisa:68, yang artinya “Dan pasti Kami akan tunjukkan mereka kepada jalan yang lurus”.
Kebahagiaan orang yang senantiasa berjalan di atas shirathal mustaqim adalah ia yang:
• merasa tenang dengan akhir yang baik dari setiap permasalahan yang dihadapinya
• merasa yakin bahwa tempat kembalinya adalah tempat yang baik
• percaya sepenuhnya terhadap janji Rabbnya, rela dengan qadha’Nya
• mengendalikan langkahnya untuk tetap selalu ada di atas jalan ini.
• menyediakan waktu untuk membaca, karena membaca itu sumber hikmah
• menyediakan waktu tertawa, karena tertawa itu musiknya
• menyediakan waktu untuk berfikir, karena berfikir itu pangkal kemajuan
• menyediakan waktu untuk beramal mulia, karena beramal itu pangkal kejayaan
• menyediakan waktu untuk bercanda, karena bercanda itu akan membuat muda selalu
• menyediakan waktu untuk beribadah, karena beribadah adalah ibu dari segala ketenangan jiwa
Maka barang siapa mampu melampaui jalan ini dengan keimanannya, ia akan mampu melampaui jalan ukhrawi itu sesuai dengan keyakinannya.
Bismillah. Mudah-mudahan kami yang sudah mendapat pengetahuan ini, diberikan kemudahan untuk dapat melampaui jalan itu. Amin yaa Rabbal alamiin. ^^

Hargai Dirimu Para Penyemangat!!!

Pernahkan anda merasa diri anda tidak berharga?
“Lagi Stress nie prent”.....
Sering kali seseorang mengeluarkan kalimat seperti itu, apalagi saat ia sedang penat. Tanpa disadari kalimat-kalimat yang lain ikut mengiringi seperti “Ih cape banget deh hari ini, sudah cape hasil gak ada, tugas numpuk lagi, Bikin Stress...”. kalimat seperti ini terkadang membuat seseorang lega dengan mengucapkan hal-hal yang sebenarnya membuat ia semakin terpuruk. Terpuruk dengan penuhnya rasa mengeluh sebenarnya dapat menjadikan seseorang sebagai orang yang dianggap tidak menghargai dirinya sendiri..

Stress dalam dunia kesehatan dikenal dengan gangguan kejiwaan. Salah satunya adalah depresi yaitu suatu gangguan kejiwaan yang menekan sistem syaraf pusat dan ditandai dengan:
• murung hampir tiap hari,
• tidak punya minat atau menyenangi segala hal,
• penurunan or peningkatan nafsu makan,
• sulit tidur (insomnia) or kebanyakan tidur (hipersomnia) hampir tiap hari,
• gangguan psikomotorik. Lelah/ hilang energy,
• merasa tidak ada guna/ rasa bersalah berlebihan,
• tidak konsentrasi,
• terus menerus berpikir tentang kematian,
danbiasanya terjadi selama dua minggu bahkan lebih.

Apakah masih ingin mengatakan hal yang demikian?? Ternyata keadaan ini bukanlah keadaan orang yang sedang stress melainkan orang yang butuh suatu kondisi penenangan jiwa yang dapat membangkitkan semangatnya lagi. Dimana seseorang membutuhkan suatu kondisi yang seimbang antara kerja otak dan perasaan (jiwa) nya. Untuk itu dalam melakukan suatu hal alangkah baiknya tanpa adanya tekanan yang mengharuskan seseorang memperoleh sesuatu yang ia rasa belum sanggup. Karena dalam mengerjakan suatu hal yang dirasa belum sanggup akan menghasilkan pemikiran negatif dengan apa yang ia kerjakan. Dengan mudahnya ia mengatakan “Kerja cape, gak ada hasil lagi...:-(” Ingat bahwa tidak ada yang tidak ada hasilnya dalam melakukan suatu hal, karena hal yang tidak terduga dapat memberi hasil positif or negatif. Semua pemikiran itu berasal dari keyakinan dan ungkapan perasaan kita.

Cinta dan benci merupakan unsur kejiwaan yang sangat berpengaruh pada pemikiran seseorang dan membuatnya melihat kehidupan dengan perasaan khusus secara subjektif bukan melihat dengan objektif. Dalam bergerak seharusnya dapat memberi suatu reward untuk menghargai pekerjaan yang dilakukan bukan kalimat-kalimat yang membuat semakin terpuruk dan semakin merasa bersalah. Mulai saat ini jangan katakan hal-hal yang dapat menjadikan kita semakin tidak berharga tapi katakan bahwa “Alhamdulillah hasil dari kerjaan saya hari ini mendapatkan hasil, namun perlu peningkatan agar menjadi lebih baik...”. Kita bukan orang yang sedang stress tetapi kita adalah orang yang butuh keseimbangan antara pemikiran dan perasaan serta butuh suatu reward dengan apa yang kita selesaikan”
Hidup Para Penyemangat Diri!!!!!

Friday, May 28, 2010

Mahasiswa atau Mahasisa??????


HIDUP MAHASISWA!!!!!
Itu yang biasa di serukan para mahasiswa, pertanyaannya apakah memang benar mahasiswa sudah hidup dan mampu menghidupkan bangsa???tanda tanya besar juga berjalan di fikiran saya, sebenarnya apa tugas mahasiswa itu sendiri???
setelah saya telaah ternyata dalam komunitas yang dinamakan mahasiswa itu terdapat 2blok,blok yng pertama adalah blok yang peduli atas sosialisme biasanya mereka memiliki idealisme tinggi, mereka selalu brontak terhadap birokrasi universitas ataupun birokrasi pemerintahan yang dianggap mereka itu bukan sebagai kebijakan tapi malah menyengsarakan masyarakatnya, tapi beberapa orang yang menilai dari sudut pandang yang berbeda mengangap mereka sebagai pemberontak nah sedangkan blok mahasiswa yang satunya ini mereka lebih bersifat apatis mereka tidak peduli dengan semua itu mereka menganggap hal itu gak penting biar penguasa-penguasa d atas sana yang ribet yang penting saya sudah memenuhi kewajiban saya, yang penting saya sudah menjalankan amanah dari orang tua, nilai saya bagus, cepat lulus orang tua senang, orang lain terserah punya tanggung jawab masing-masing untuk blok ini mereka cenderung nerima dengan keadaan.Pada dasarnya memang mahasiswa d tuntut untuk memenuhi amanah dari orang tua mereka untuk menuntut ilmu dan itu bisa menjadi beban bagi mereka atau malah bisa menjadi suatu motivasi bagi mereka, tapi apakah dengan kuliah di Universitas saja sudah mendapatkan pembelajaran???
Sekarang mari kita telaah dari luar kedua blok ini coba kita Think Out Of The Box mana yang di sebut Mahasiswa dan mana yang di sebut dengan Mahasisa,..
Untuk blok 1 ini cenderung bagi mereka yang aktivis yang sensitif akan kebijakan yang sedikit menyentil rakyatnya, yang memiliki idealisme tinggi dan memiliki jiwa sosial yang cenderung memihak kepada publik atau umum sedangkan untuk blok 2 mereka yang lebih memilih nerima, apatis, tidak peduli tapi mereka mungkin dari segi akademis lebih tapi hanya itu sajakah sudah cukup??bagai mana dengan pembelajaran hidup di masa depan??mereka munkin dalam hal akademis lebih unggul tapi untuk blok1 ini lebih matang dalam pemikiran masa depan disini lah mahasiswa di fungsikan untuk umum, memihak masyarakat, peduli sosial sedangkan untuk blok 2 mereka cenderung di didik hanya sebagai pegawai yang notabenya sama halnya denhgan budak, tanpa ada perlawanan mereka nerima yng penting kepentingan saya terpenuhi lalu bagai mana dengan yang lain itu yang di sebut mahasisa mereka hanya sisa-sisa dari budak birokrasi yang tidak berfihak pada umum, dan cenderung merugikan umum.
Sayangnya proporsi untuk blok1 ini sangat sedikit sekali malah banyak yang cenderung ke blok2 lalu pantaskah mereka menyerukan HIDUP MAHASISWA???atau HIDUP MAHASISA??tinggal anda para pelajar Mau d tempatkan di mana anda??